Jumat, 09 Desember 2011

Janda Korban Rawagede Memaafkan Belanda

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/08/12/119763_cawi-salah-seorang-janda-pembantaian-rawagede_300_225.jpgHari ini, penduduk Desa Balongsari, Karawang, Jawa Barat, menggelar Peringatan Tragedi Rawagede di Monumen Rawagede – tempat berlangsungnya pembantaian Rawagede 64 tahun silam yang menewaskan 431 penduduk desa itu.

Peringatan tahun ini sangat spesial, karena pemerintah Belanda mengirimkan perwakilan resmi ke Rawagede. Pemerintah Kerajaan Belanda memang meminta maaf secara resmi kepada korban dan keluarga korban pembantaian Rawagede, menyusul kemenangan gugatan para janda korban pembantaian Rawagede di Pengadilan Den Haag Belanda pada 14 September 2011.

Para janda korban mengaku telah memaafkan Belanda atas kekejaman yang mereka lakukan pada penduduk Rawagede. Janda-janda itu mengaku ingin membuka lembar baru dalam hidup mereka. “Saya mau memaafkan Belanda,” kata Wanti, salah seorang janda korban yang tetap tinggal di Rawagede sampai saat ini, bersama anaknya.

Wanti berharap memperoleh dana kompensasi dari pemerintah Belanda. Dana itu, menurutnya, dapat membantu keluarganya hidup lebih layak. Rawagede – kini berubah nama menjadi Desa Balongsari – memang termasuk salah satu desa miskin. Mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai buruh tani. Meski sawah-sawah membentang luas di desa itu, namun pemilik sawah kebanyakan justru pendatang, bukan penduduk asli Rawagede.

“(Uang kompensasi) buat beli makan, belanja,” kata Wanti di Balongsari, Karawang, Jumat 9 September 2011. Sementara Lasmi, istri almarhum Sukri yang juga salah satu korban pembantaian, mempunyai keinginan khusus jika mendapat kompensasi dari pemerintah Belanda. “Kalau dapat uang buat beli beras dan naik haji,” kata Lasmi yang mengaku tidak punya rumah, sehingga ia hanya mengontrak.

Keinginan naik haji juga lalu dikemukakan oleh Wanti. “Uang kompensasi bisa buat beli haji dan beli rumah. Saya ingin beli rumah di pantai,” kata Wanti yang saat ini tinggal menumpang di rumah kerabatnya, bukan rumahnya sendiri.

Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Tjeerd De Zwaan, atas nama pemerintah Belanda, menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga para korban, dan menyatakan akan memberi kompensasi kepada mereka. “Ada 9 orang janda yang akan diberikan kompensasi,” kata Kepala Desa Balongsari, Mamat. (umi)

di kutip dari : http://nasional.vivanews.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar